Lamongan
Bupati Yuhronur Salurkan Sembako dan Sosialisasikan PPKM Level 4 ke Pedagang Lamongan
Memontum Lamongan – Setelah melaksanakan rapar koordinasi bersama organisasi perangkat daerah dan camat secara virtual, Bupati Lamongan menyalurkan sembako kepada pedangang sekaligus melakukan sosialisasi PPKM Level 4 di Lamongan, Senin (26/07) tadi.
Bupati Yuhronur berharap, adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa maksud dari perpanjangan ini bukanlah untuk menutup kegiatan jual-beli. Namun, untuk mengatur penyesuaian pelaksanaan kegiatan perdagangan dengan lebih baik dan tidak merugikan masyarakat tentunya.
Baca Juga:
“Perpanjangan ini justru memperbolehkan bagi para pedagang untuk berdagang. Hanya saja, yang diatur adalah jam tutupnya. Sekaligus, tidak ada cangkrukan dan yang beli tidak berlama-lama atau sekitar 20 menit. Durasi waktu itu, kan waktu yang cukup. Bukan berarti 20 menit belum selesai, terus diberhentikan. Diperhitungkan, cukup untuk makan tidak ada cangkrukan,” terangnya.
Terkait arahan pemerintah untuk pelaksanaan isolasi terpusat, Pemkab Lamongan tengah mempersiapkannya, mulai di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Selain menyalurkan bantuan dan mensosialisasikan masyarakat, Yuhronur juga melakukan peninjauan Gedung Korpri Lamongan yang disiapkan sebagai salah satu tempat isolasi terpusat.
Bupati Yuhronur juga mengungkapkan untuk mempermudah pemantauan pasien isolasi mandiri, pemkab juga telah menyediakan konsultasi secara online.
“Sesuai dengan petunjuk Pak Presiden, bahwa ini disiapkan isolasi terpusat. Kita membuat di seluruh Kecamatan dan untuk di gedung ini kita siapkan 40 ruangan, jadi agar supaya lebih mudah dalam pengawasan dan pemantauannya. Selain itu, juga ada ada Inovasii untuk yang isolasi mandiri dengan membuat grup ICL (Isman Center Lamongan),” tambahnya.
Beliau, juga berharap pasca PPKM level 4, masyarakat tetap harus melaksanakan protokol kesehatan, tidak boleh lalai.
“Pasca tanggal 2 pun terus disosialisasikan kepada masyarakat protokol kesehatan, 5M, 7M, masker, masker, masker,” pesan Bupati Yuhronur.
Selain itu, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, juga mengatakan bahwa isolasi terpusat ini dimaksudkan agar penanganan Covid-19 bagi masyarakat yang melakukan isolasi jadi semakin teratur dan terfokus. Ia juga mengungkapkan sekitar 64 warga mendapat sanksi administrasi, dan sekitar 5 ribuan mendapat teguran.
“Teguran tidak memakai masker. Inilah yang di genjot oleh Pak Bupati, pasar-pasar yang ada akan didirikan gerai-gerai master. Masker ini dari pemerintah bagi seluruh masyarakat, ketika tiba di pasar wajib menggunakan masker, gratis,” ungkap Kapolres, Miko Indrayana. (fjr/zen/ed2)
- Pemerintahan5 tahun
Pemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
- Pemerintahan5 tahun
Bengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
- Pemerintahan5 tahun
Maksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
- Pemerintahan5 tahun
Bupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
- Pemerintahan5 tahun
Pemkab Lamongan Godok Protokol Karantina 3 Desa dan 1 Kelurahan
- Hukum & Kriminal5 tahun
Polres Lamongan Ungkap Kasus Curanmor di 40 TKP Dan Tahan Dua Tersangka
- Pemerintahan5 tahun
20 Orang di Lamongan Positif Corona, Bupati Gencarkan Pencegahan, Bagikan Masker
- Pemerintahan4 tahun
Lamongan Sukses Penuhi Target SP Online 2020