Lamongan
Pemkab Lamongan Optimis Turut Kontribusi Turunkan Angka Stunting Indonesia

Memontum Lamongan – Sesuai target Presiden Joko Widodo terkait pencapaian kasus stunting turun di bawah 14 persen di tahun 2024, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, optimis Kabupaten Lamongan dapat berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Hal itu disampaikannya, seusai mengikuti Apel Siaga Tim Pendampingan Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak secara virtual di Command Center Pemkab Lamongan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kamis (12/05/2022) tadi.
“Saya rasa ini bukan target yang tidak bisa kita lakukan. Meskipun demikian, penurunan stunting tidak mungkin dapat dilakukan sendiri, seluruh elemen memiliki kontribusi dalam menurunkan kasus stunting. Ini merupakan tugas kita bersama, pekerjaan besar kita bersama dalam menurunkan angka stunting,” tegas Bupati Yuhronur di hadapan kader TPK Lamongan.
Bupati Yuhronur juga menekankan, agar seluruh instansi di Kabupaten Lamongan berkontribusi dalam memberantas stunting. “Tidak hanya Dinas PPKB saja, semua elemen berkontribusi. Bahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga pun bisa berkontribusi, termasuk keterlibatan TNI, POLRI, bahkan KUA dalam upaya menurunkan stunting di Lamongan. Seluruh instansi pasti ada program yang memberantas stunting,” tuturnya.
Baca juga:
- Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan
- Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair
- Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026
- Bupati Yuhronur Resmikan Air Mancur Menari di Kawasan Gajah Mada Lamongan
- Bupati Yuhronur Resmikan 2 Gedung Baru Hasil Hibah di Polres Lamongan
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), dr Fida Nuraida, mengungkapkan bahwa pihaknya telah siap mendukung target percepatan penurunan stunting dengan membentuk 1.036 tim TPK yang siap terjun lapangan mendampingi keluarga berencana di Lamongan. “Kami sudah membentuk tim pendamping keluarga 1036 tim TPK, dimana masing-masing tim terdiri dari kader posyandu, bidan desa dan kader KB dengan total 3.108 orang,” ungkapnya.
Sebagai pendamping keluarga, lanjut dr Fida, tim TPK dalam tugasnya akan melakukan serangkaian kegiatan terhadap keluarga yang memiliki ibu hamil, pasca salin, anak dibawah 5 tahun dan calon pengantin/calon PUS untuk mendeteksi dini faktor stunting dan melakukan upaya meminimalisir atau pencegahan pengaruh faktor risiko stunting.
Dengan kerja sama seluruh pihak tak terkecuali peran masyarakat, dr Fida berharap, prevalensi angka stunting di Kabupaten Lamongan semakin menurun. Turut hadir mendampingi Bupati Yuhronur, Ketua TP PKK Lamongan Anis dan Sekda Moh Nalikan. (zen/sit)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan6 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















