Pemerintahan
Masyarakat Lamongan Diminta Tak Salah Kaprah Menterjemahkan Arti Berjuang Dalam Agama

Memontum Lamongan – Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH., MM berharap betul, masyarakat Lamongan yang dikenal agamis, tidak salah kaprah dalam menerjemahkan berjuang dalam agama. Karena itu, harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, kepada mereka yang terpapar radikalisme.
Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Kebangsaan bertajuk Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme atau Terorisme di Pendopo Lokatantra, Rabu (27/11/2019).

Hadir dalam seminar yang digelar Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono itu diantaranya Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung dan Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ali Fauzi Manzi.
Bupati Fadeli mengapresiasi penuh usaha yang telah dilakukan pihak TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat yang terus berupaya mencegah timbulnya paham-paham radikalisme terorisme, sehingga menciptakan suasana aman dan kondusif di Kabupaten Lamongan.
“Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, khususnya jajaran TNI dan Polri yang bekerja 24 jam non stop demi mempertahankan Lamongan tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara, sebagai salah satu orang yang terlibat langsung dalam aksi radikaslime dan terorisme, Ali Fauzi Manzi menuturkan bahwasanya akar terorisme tidaklah tunggal, bahkan saling berkaitan.
Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Harus melalui banyak aspek, perspektif dan metodologi.
“Sebagai orang yang pernah terlibat secara langsung, penanganan terorisme tidak dapat dilakukan dengan metode tunggal. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang yang pernah mengalami penyakit ini,” tuturnya
Dandim Letkol Inf Sidik Wiyono di kesempatan itu mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI.
Dia mengajak untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari serta berperan aktif dalam sistem kewaspadaan dini dan cegah dini. Yakni dengan berperan aktif mengatasi dan melaporkan gejala-gejala yang mengarah kepada radikalisme terorisme.
Seminar sehari tersebut diikuti ratusan pemuda mulai dari mahasiswa dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lamongan.
Kemudian pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Banser dan Kokam, perwakilan perguruan pencak silat, serta perwakilan sejumlah takmir masjid. (Aju/zen/yan)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan6 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















