Lamongan
Jelang Setahun Pengabdian, Bupati dan Wabup Napak Tilas Sejarah Peradaban Islam di Lamongan

Memontum Lamongan – Menjelang satu tahun pengabdian sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati, KH Abdul Ro’uf, melakukan napak tilas dengan mengunjungi Makam Sunan Drajat dan Mbah Anggungboyo atau yang oleh warga sekitar dianggap dan dikenal sebagai Makam Joko Tingkir.
Kunjungan ini dalam rangka introspeksi serta refleksi diri terhadap keteladanan penyebar Agama Islam di Kabupaten Lamongan. Napak tilas yang dilakukan oleh Bupati Yuhronur beserta Wabub, Kyai Ro’uf ini diharapkan mampu memberikan energi serta spirit baru yang lebih dalam pengabdian untuk mensejahterakan masyarakat, serta merekonstruksi dan membawa kejayaan Kabupaten Lamongan.
“Ini sebagai bentuk introspeksi diri. Meneladani ajaran adi luhung tokoh yang tengah mengantarkan kejayaan Lamongan di masa lalu. Semoga napak tilas ini bisa memberi energi lebih bagi kami untuk meneruskan pengabdian, membawa kejayaan Lamongan yang berkeadilan,” ungkapnya. Jumat (25/02/2022).
Baca juga :
- Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan
- Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair
- Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026
- Bupati Yuhronur Resmikan Air Mancur Menari di Kawasan Gajah Mada Lamongan
- Bupati Yuhronur Resmikan 2 Gedung Baru Hasil Hibah di Polres Lamongan
Tidak hanya melakukan ziarah, Bupati Yuhronur juga meninjau pelaksanaan renovasi komplek Makam Sunan Drajat yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Komplek Makam Sunan Drajat yang merupakan kawasan peruntukan pariwisata dan cagar budaya, juga bernilai sejarah. Kawasan ekonomi khusus ini dianggap perlu untuk dilakukan revitalisasi perbaikan prasarana kawasan dengan maksud untuk menunjang kegiatan.
Dari Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran Lamongan, Bupati Yuhronur dan Kyai Ro’uf bergerak menuju makam Mbah Anggungboyo di Dusun Dukoh, Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran. Makam Mbah Anggungboyo ini mulai dinamakan Makam Joko Tingkir sejak adanya kunjungan KH Abdurrahman Wahid, yang menurutnya makam tersebut adalah makam Joko Tingkir.
Kedua tempat tersebut merupakan bentuk peninggalan sejarah penyebaran Agama Islam di Lamongan. Banyak hal menurut Bupati Yuhronur yang bisa dijadikan teladan dari cerita sejarah keberadaan makam-makam tersebut. Diharapkan mampu menjadi pemicu semangat dalam mewujudkan Lamongan yang lebih baik kedepannya. “Budaya, sejarah ini lah yang akan menjadi spirit booster untuk memperkuat tekad dan niat pengabdian demi kesejahteraan dan kejayaan Kabupaten Lamongan,” ujarnya. (zen/gie)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan6 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















