Lamongan
Cegah Kekeringan dan Banjir, Pemkab Lamongan Bakal Manfaatkan Bengawan Mati

Memontum Lamongan – Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Hal inilah yang tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan, dalam usahanya mengentaskan permasalahan banjir.
Pemkab Lamongan, saat ini tengah berupaya untuk tidak hanya menyelesaikan permasalahan terkait banjir ketika musim penghujan. Namun, juga berusaha memastikan pemenuhan kebutuhan air pada musim kemarau tercukupi, dengan memanfaatkan Bengawan Mati.
Untuk memastikan usaha tersebut terlaksana, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meninjau sudetan irigasi di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Karangbinangun. “Jadi ini sebagai suatu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan, agar nanti ketika musim kemarau, masyarakat tidak kekurangan air dan bisa memanfaatkan sudetan yang dibuat di dua titik ini. Yakni di Kuro Glagah dan Gawerejo Karangbinangun, yang mana ini kita ambil dari Bengawan Mati. Alhamdulillah, ini sudah dikerjakan hampir 80 persen dan tinggal satu arah lagi ke gorong-gorong. Harapannya nanti, saat musim kemarau bisa dimanfaatkan untuk pengairan. Selain itu, pada musim penghujan seperti ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penampung luapan air,” terangnya, Minggu (20/03/2020).
Baca juga:
- Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan
- Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair
- Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026
- Bupati Yuhronur Resmikan Air Mancur Menari di Kawasan Gajah Mada Lamongan
- Bupati Yuhronur Resmikan 2 Gedung Baru Hasil Hibah di Polres Lamongan
Normalisasi jaringan irigasi ini dilakukan, tambahnya, sepanjang kurang lebih 1500 meter dari Desa Gawerejo sampai dengan Desa Kuro, dengan pasokan air baku dari Bengawan Mati melalui pintu air di Desa Gawerejo. Selain itu, untuk penanganan banjir di Lamongan, pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pemprov Jatim.
Diungkapkannya, bahwa sembari menunggu kepastian terkait hal-hal yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Pemkab Lamongan dalam penanganan banjir, ada dua hal yang menjadi prioritas Lamongan. Yaitu, pembangunan pintu air dan pengerukan sungai yang sudah mulai dangkal.
“Ada banyak pertimbangan. Kemarin yang kami prioritaskan, itu adalah membangun pintu airnya dahulu, karena pintunya itu sudah sangat lama dan memang butuh untuk diperbaiki. Prioritas yang kedua, ini adalah pengerukan sungai yang sudah mulai dangkal. Nanti, apapun yang menjadi tanggung jawab kami dalam penanganan banjir, ini akan terus kami usahakan serta koordinasi terkait langkah-langkah yang juga terus kami lakukan,” terangnya. (zen/sit)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan7 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















