Lamongan
Perahu Ijon-ijon Lamongan Resmi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia

Memontum Lamongan – Diakui sebagai sebuah ketrampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, Perahu Tradisional Ijon-ijon dari Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan ini, ditandai dengan diterimanya sertifikat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, di salah satu resort di Kota Batu.
Dipatenkannya budaya lokal asli Lamongan, ini menjadi penanda bahwa Perahu Ijon-ijon menjadi kebudayaan khas milik masyarakat Kandangsemangkon dan juga merupakan kebanggan masyarakat Kabupaten Lamongan. Diterangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, Perahu Ijon-ijon merupakan perahu yang proses pembuatannya diwariskan secara turun-temurun. Perahu ini memiliki fungsi untuk menangkap, menyimpan, menampung, mengangkut, serta mendinginkan atau mengawetkan ikan.
Oleh masyarakat, tambahnya, perahu ini dikonotasikan sebagai perahu perempuan (wedok), dengan ciri tinggi tumpul atau papak dan badan gemuk. Selain itu, juga terdapat simbol topeng, mata, alis, ukei atau sanggul (gelung), mahkota (rambut) dan bunga.
Baca Juga :
- Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan
- Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair
- Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026
- Bupati Yuhronur Resmikan Air Mancur Menari di Kawasan Gajah Mada Lamongan
- Bupati Yuhronur Resmikan 2 Gedung Baru Hasil Hibah di Polres Lamongan
“Di Desa Kandangsemangkon, Galangan Perahu Ijon-ijon merupakan usaha nonformal, tidak berbadan hukum dan usaha personal. Keahlian dan keterampilannya diperoleh secara otodidak, pengalaman empirik alami dan turun-temurun. Dalam tahap produksinya, juga berbeda-beda dengan daerah lain, terutama pada cara pengkonstruksian lambung dan pemasangan gading-gading,” terang Siti Rubikah, Minggu (11/12/2022) tadi.
Perahu ini, ujarnya, hingga kini masih tetap diproduksi di Desa Kandangsemangkon dan sudah dikenal secara luas serta banyak diminati konsumen dari berbagai daerah. Tetap eksisnya Perahu Ijon-ijon, ini ditunjang pula oleh lokasi galangan yang strategis, pinggir pesisir dan jalur Jalan Raya Daendels, hingga masih dimilikinya SDM pembuat perahu.
Berhasil ditetapkan sebagai WBTB Indonesia asli Lamongan, Bupati Yuhronur Efendi, merasa sangat bangga karena tidak hanya Budaya Mendhak Sangring dari Tlemang. Namun, saat ini Perahu Ijon-ijon juga berhasil ditetapkan sebagai budaya mutlak milik Lamongan.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa resmi menjadi warisan budaya Lamongan, melalui proses panjang pengajuan ke HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan Kemendikbud Ristek. Ini merupakan salah satu usaha kita untuk melestarikan dan menjaga budaya yang diwariskan oleh orang tua kita terdahulu. Sudah ditetapkan, dan selanjutnya adalah tugas kita untuk tetap menjaga dan melestarikan,” pesannya. (zen/gie)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan6 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















