Lamongan
Pemkab Lamongan Fasilitasi Perwujudan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Unisla

Memontum Lamongan – Untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja.dan kemajuan teknologi yang pesat, Mendikbud Nadiem Makarim telah meluncurkan kebijakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas tuntutan pelaksanaan proses pembelajaran yang otonom dan fleksibel. Sehingga, tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Untuk mendukung keberhasilan perwujudan MBKM ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Selasa (11/01/2022), memberikan fasilitasi dengan melakukan kerja sama antar OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) dengan perguruan tinggi yang dalam hal ini adalah Unisla (Universitas Islam Lamongan).
“Silaturrahmi ini untuk lebih merekatkan sinergitas antara pemkab dengan Unisla. Saya sering menyampaikan terkait pemerintahan yang dinamis yang melibatkan seluruh elemen, dan ini yang disebut dengan pentahelix konsep, kerjasama antara akademisi, bisnisman, komunitas, government, dan media. Momen kerjasama seperti ini merupakan momen penting, yang tentu akan membawa kemajuan pada organisasi pemerintahan dan universitas tentunya,” katanya.
Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara OPD dan dinas di lingkup Pemkab Lamongan dengan fakultas-fakultas di lingkup Unisla ini, tambahnya, akan memberikan kemudahan dan fasilitasi dalam terlaksananya tri darma perguruan tinggi di bidang pendidikan, kewirausahaan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam rangka perwujudan MBKM.
Baca juga :
- Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan
- Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair
- Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026
- Bupati Yuhronur Resmikan Air Mancur Menari di Kawasan Gajah Mada Lamongan
- Bupati Yuhronur Resmikan 2 Gedung Baru Hasil Hibah di Polres Lamongan
“Tentu result atau output yang kami harapkan ini kita kembalikan kepada masyarakat, dimana masyarakatlah yang menerima dampak dari pembangunan daerah,” tambahnya.
Dilakukannya kebijakan MBKM ini, selain untuk meningkatkan kompetensi baik soft skill maupun hard skill, juga memberikan hak belajar 3 semester diluar program studi bagi mahasiswa. Tiga semester yang dimaksud tersebut berupa 1 semester kesempatan mengambil mata kuliah diluar program studi dan 2 semester mengambil aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi.
Adanya pembelajaran di luar perguruan tinggi ini, imbuhnya, memerlukan dukungan dan fasilitasi, utamanya dalam pelaksanaan magang dan pelatihan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor 1 Unisla, Zulkifli Lubis, berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, utamanya masyarakat Lamongan.
“Semoga tandatangan perjanjian kerjasama ini dapat mengantarkan program kerja Unisla menjadi harmonis dan singkron dengan kegiatan yang ada di Pemerintah Kabupaten Lamongan,” harapnya. (zen/sit)

Pemerintahan7 tahunPemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan
Pemerintahan7 tahunBengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu
Pemerintahan6 tahunMaksimalkan Pelayanan saat Covid-19, Disdukcapil Lamongan Manfaatkan Aplikasi Sego Boran
Pemerintahan6 tahunBupati Fadeli Tegaskan Target Kinerja Wajib Dipenuhi, Canangkan Zona Integritas dan Penyerahan Penghargaan SAKIP Perangkat Daerah 2019
Lamongan12 bulanBeasiswa Perintis Dimulai, Bupati Lamongan Tambah Anggaran hingga Total Rp 7,5 Miliar
Lamongan11 bulanBupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh
Lamongan11 bulanSemarakkan HUT Kemerdekaan, Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD
Kabar Desa11 bulanMas Dirham Ajak Kader Muhammadiyah Berperan Aktif dalam Membangun Lamongan















