Connect with us

Politik

Sholahuddin Bakal Mati-Matian Rebut Tiket Bacabup Lamongan

Diterbitkan

||

Sholahuddin Bakal Mati-Matian Rebut Tiket Bacabup Lamongan

Memontum Lamongan – Kandidat bakal calon bupati Lamongan, Sholahuddin melakukan berbagai cara agar dapat maju sebagai calon bupati. Tak hanya menyandera PKB sebagai pemenang pemilu di Lamongan. Bahkan, ia menggalang dukungan dari PC NU Lamongan dan PC NU Babat. Padahal sesuai Khittah NU seharusnya tidak berpolitik.

Sumber terpercaya wartawan koran ini menyebutkan, PKB yang awalnya akan mencalonkan Ketua DPC PKB, Abdul Ghofur, harus rela mundur. Sebab, Sholahuddin diduga membajak tiket Cabup Lamongan dari PKB. Yakni, melalui lobby tingkat tinggi antara Wapres KH. Maruf Amin (KMA) dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar. Sebab, bukan rahasia lagi jika Sholahuddin adalah aspri KH. Maruf Amin.

Pembajakan tiket Cabup dari PKB yang seharusnya menjadi milik Abdul Ghofur ini laksana api dalam sekam. Artinya, di permukaan tampak Pengurus DPC dan PAC PKB tunduk pada perintah DPP PKB. Namun, di belakang itu mereka dikabarkan akan melakukan penggembosan dari dalam.

Namun, bagaimana dengan PC NU? Data yang diperoleh koran ini menyebutkan kedua PC NU ini justru membuat surat dukungan. Hanya saja, surat dukungan yang ditandatangani kedua Ketua PC NU tersebut tidak mencantumkan kop dan logo NU. Namun, semua pihak faham dari dan kemana arah surat dukungan tersebut.

Sekretaris PC NU Lamongan, Imam Ghozali terang-terangan mengecam surat dukungan yang dikeluarkan oleh Ketua PC NU tersebut. Menurut dia, seharusnya NU tidak dijadikan ajang politik praktis untuk memenuhi ambisi kekuasan orang-orang tertentu.

“Saya jelas protes keras jika NU dijadikan ladang politik oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Tak puas berhasil menyandera PC NU dan PKB, Shohuddin juga meloby sejumlah partai yang memiliki kursi di DPRD Lamongan. Bahkan, ia sudah mendaftar di tiga partai yang telah membuka penjaringan. Yakni, DPC PDIP, DPD Partai Nasdem dan DPC Partai Gerindra.

Kepada sejumlah awak media, Sholahuddin tak malu-malu mengakui jika PAN membuka penjaringan, maka ia juga akan mendaftar.

“Memang banyak dinamika yang berkembang. Namun, jika seluruh dinamika ini bisa kita satukan, kenapa tidak,” elak mantan Kepala Desa Banyubang Kecamatan Solokuro ini.

Sholahuddin juga melakukan berbagai upaya untuk menggalang simpati publik. Salah satunya adalah dengan berjanji untuk tidak mengambil gaji jika terpilih sebagai bupati. Bahkan, ia sesumbar jika gaji bupati tak seberapa jika disandingkan dengan penghasilannya.

“Gaji bupati hanya satu persen dari gaji saya selama ini,” ujar Sholahuddin dalam acara di sebuah rumah makan di Kecamatan Deket. Kemarin. (nov/zen/yan)

 

Terpopuler