Connect with us

Pemerintahan

Debit Air Bengawan Solo Minim, PDAM Lamongan Sebut Stok Cukup Sampai November

Diterbitkan

||

Debit Air Bengawan Solo Minim, PDAM Lamongan Sebut Stok Cukup Sampai November

Memomtum Lamongan – Dampak menyusutnya debit air bengawan solo di Lamongan semakin meluas. Hal itu disebabkan akibat kemarau panjang yang cukup ekstrim. Bahkan tak hanya mengancam kebutuhan air untuk irigasi. Namun juga untuk kebutuhan air minum, seperti yang ditangani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Dikatakan Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud, debet air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut hanya dapat memenuhi air baku PDAM Lamongan.

“Ya, hanya bisa mencukupi sampai awal bulan depan saja (Nopember, red),” katanya. Selasa (22/10/2019)

Ditegaskan olehnya, Kepastian terbatasnya air itu ia dapatkan dari Perum Jasa Tirta 1. Jadi PDAM Lamongan yang mengambil suplai air dari wilayah barat bendung gerak Babat akan mengalami dampak sesuai yang diinformasikan Jasa Tirta 1.

Selain itu, Volume air bengawan solo terus mengalami penyusutan dan berimbas pada bahan baku untuk PDAM Lamongan.

“Karena air baku perusahaan kami masih mengandalkan air bengawan solo yang diambil di Babat,” jelasnya.

Ali Mahfud menjelaskan pada awal November depan, stok sudah berada di level terendah untuk ketersediaan bahan baku.

Menurut Informasi yang didapat dari Perum Jasa Tirta, kata Manfud, juga didukung informasi perkembangan debit air bengawan solo setiap minggu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

“Dengan kondisi debit yang semakin menipis, berbagai upaya sudah kami lakukan untuk mengantisipasi diantaranya, dengan pemasangan pompa penyedot air baku (pompa intake) di jembatan Babat, agar bisa mencapai bagian bengawan yang terdalam,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Jelas Maksum, Pompa apung atau (ponton) tersebut nantinya akan diletakkan di titik terendah supaya air baku masih tetap ada.

“Pompa ini akan dipindah ke lokasi yang masih berpotensi ada sumber. Kemudian ditambah kolaran (pipa hisap),”jelasnya.

Bahkan, Pipa ini akan dimasukkan hingga kedalaman 22 meter. Biasanya hanya 15-17 meter.

“Selain itu sumur pengumpul juga diaktifkan untuk memaksimalkan ketersediaan air baku, ujarnya menegaskan.

Masih Menurut Mahfud, jika bahan baku berkurang, otomatis ketersediaan stok air untuk didistribusikan kepada pelanggan juga terganggu.

” tidak menutup kemungkinan pasokan ke pelanggan digilir perwilayah,” katanya menjelaskan.

“Pasokannya jelas menurun, seban ditambah sejumlah wilayah di Lamongan yang tidak memiliki jalur PDAM yang mengalami kekeringan juga mengajukan dropping air bersih kepada PDAM.

Karena itu, dia berharap pengeboran atau pemasangan pompa intake di bawah jembatan Babat itu bisa menambah debit air baku.

“Kita sudah berusaha maksimal mulai sekarang, sebelum air benar-benar habis,” ungkapnya.

Padahal, pihaknya juga sangat tergantung dari bendung gerak Babat dan Bojonegoro.

Kedua bendungan itu yang mengatur ketersediaan air Benhawan Solo yang jadi sentra sumber air baku PDAM Lamongan, khususnya saat musim kemarau seperti saat ini.

“Harapannya, segera turun hujan sebelum sampai habisnya air baku, ” ungkapnya. (aju/zen/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Komposisi Pimpinan DPRD Lamongan Akhirnya Sudah Lengkap

Diterbitkan

||

Komposisi Pimpinan DPRD Lamongan Akhirnya Sudah Lengkap

Memontum Lamongan – Wiji, dari Partai Amanat Nasional (PAN) diambil sumpahnya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan. Pengambilan sumpah yang dipandu Ketua Pengadilan Negeri Lamongan Muhammad Sainal tersebut dilakukan lewat Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Masa Jabatan 2019-2024, Kamis (12/12/2019).

Hal ini sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tmur Nomor 171.413/1573/011.2/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Wakil DPRD Kabupaten Lamongan Masa Jabatan Tahun 2019-2024.

Bersama dengan dua wakil ketua lainnya Retno Wardhani dan H Darwoto yang telah dilantik september silam, Wiji melengkapi komposisi pimpinan DPRD Kabupaten Lamongan masa jabatan 2019-2024.

Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, H. Abdul Ghofur menyampaikan harapannya, dengan terbentuknya pimpinan DPRD Kabupaten Lamongan masa jabatan 2019-2024, pimpinan dan anggota DPRD akan semakin solid. Sehingga berbagai problematika dapat diselesaikan secara baik melalui pertimbangan dari para wakil ketua DPRD.

“Kita semua baru saja mengikuti prosesi pengambilan sumpah/janji wakil ketua DPRD Kabupaten Lamongan atas nama Wiji dari partai PAN. Harapan kami, pimpinan dan anggota DPRD semakin solid,” ungkapnya.

Dengan lengkapnya Pimpinan DPRD, dia juga berharap pelaksanaan pemerintahan dan tugas-tugas kedewanan yang diamatkan rakyat dapat terlaksana dengan baik, serta hubungan DPRD dengan pemerintah semakin harmonis. Yakni bersama membangun Lamongan semakin sejahtera dan berdaya saing.

Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli mengamanahkan perlunya penyatuan tenaga dan pemikiran serta harmonisasi langkah baik eksekutif maupun legislatif demi mewujudkan visi kabupaten Lamongan lebih sejahtera dan berdaya saing. Terutama di tengah tantangan dan tugas yang semakin kompleks.

“Saya ucapkan selamat kepada Saudara Wiji yang telah diambil sumpahnya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan masa jabatan 2019-2024. Selamat bekerja dan bertugas, selali menjalankan amanah,” ujarnya.

Dia berharap kerjasama yang selama ini sudah baik, untuk terus ditingkatkan. Terutama dalam membangun Kabupaten Lamongan.

“Dukungan dari seluruh pimpinan dan anggota selama ini telah membawa kemajuan yang signifikan. Hal ini dapat terlihat dari berbagai prestasi dan penghargaan yang telah kita raih,” ujarnya. (dc/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Komisi C Temukan Progres Pengerjaan Sejumlah Proyek Pemkab Lamongan Masih di Bawah 65 Persen

Diterbitkan

||

Komisi C Temukan Progres Pengerjaan Sejumlah Proyek Pemkab Lamongan Masih di Bawah 65 Persen

Memontum Lamongan – Komisi C DPRD Lamongan gelar sidak ke sejumlah proyek milik Pemkab Lamongan. Kendati, saat ini sudah memasuki minggu kedua akhir tahun 2019 agar dikebut dan dituntaskan sesuai target pengerjaan. Namun, ditemukan dari sejumlah proyek hingga Rabu (11/12/2019), pengerjaannya masih ada yang di bawah 65-80 persen.

“Ini kan hampir memasuki akhir tahun, tapi beberapa (proyek) kita nilai masih cukup lambat pengerjaannya,” beber Ketua Komisi C DPRD Lamongan, M Burhanuddin.

Menurut politikus PKB ini, setidaknya ada dua proyek dengan anggaran di atas Rp 1 miliar yang masih 65 persen pengerjaannya. Diantaranya, pembangunan Pasar Ikan Lamongan senilai Rp 4,7 miliar, dan pembangunan gedung PMK yang menelan anggaran Rp 2,2 miliar.

“Masih kurang 35 persen. Artinya dengan waktu yang ada, progres tiap harinya harus lebih dari satu persen,” Ujarnya.

Sementara proyek Jembatan Ngangkrik-Balun dengan anggaran Rp 1 miliar lebih dan Lapangan Sidoharjo Rp 433 juta, juga masih 70 persen pengerjaannya.

“Kita minta kepada rekanan untuk mempercepat pengerjaan, karena progresnya masih rendah. Selain itu, kita juga meminta kepada rekanan untuk memperbaiki kualitas pekerjaan,” Harapnya menegaskan.

Selain itu, Burhan menyatakan, pihaknya ingin mengantisipasi adanya kemoloran proyek. Komisi C melakukan sidak ke lima titik proyek untuk memastikan progres dan kualitas pengerjaannya.

“Kita tidak ingin hanya laporan tertulis saja. Tapi kita ingin melihat secara langsung. Ternyata memang ada proyek yang progressnya masih lamban,” pungkasnya menandaskan. (tyo/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

130 Pelamar PAI Non PNS Kemenag Lamongan Jalani Tes Wawancara

Diterbitkan

||

130 Pelamar PAI Non PNS Kemenag Lamongan Jalani Tes Wawancara

Memontum Lamongan – Sebanyak 130 pelamar Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS yang mendaftar melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan, mengikuti tes wawancara di Aula Kemenag setempat.

Kepala Kemenag Lamongan, H. Sholeh,M.Si didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Khoirul Anam, Selasa (10/12/2019). Mengatakan rekrutmen Penyuluh Agama Islam non PNS tersebut menyusul habisnya masa kerja PAI rekrutmen 2017 yang berakhir Desember 2019.

Selanjutnya, Kata dia, Bimas Kemenag Lamongan melakukan evaluasi sebanyak 216 PAI, dan hasilnya ada 50 orang yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diangkat kembali, sehingga dilakukan rekrutmen baru.

Selain itu, dijelaskan olehnya, sebelumnya pada tahapan tes tulis yang diikuti sebanyak 171 peserta dan yang dinyatakan lolos untuk mengiuti tes wawancara sebanyak 130 orang.

“Tes wawancara dilaksanakan maksimal 20 menit. Materi yang diujikan adalah pemahaman tentang wawasan kebangsaan, keagamaan dan wawasan peraturan perundang-undangan,” Ujar Khoirul Anam.

Tak hanya itu, dijelaskan Anam sapaan akrabnya, tes wawancara merupakan tahapan terakhir dalam proses rekrutmen PAI non PNS, sehingga untuk tahap selanjutnya adalah pengumuman kelulusan yang akan disampaikan secepatnya.

Sedangkan, terkait kuota yang dibutuhkan, kata dia, rekrutmen penyuluh agama untuk mengisi kekosongan sebanyak 48 orang yang ditempatkan di sejumlah kecamatan.

“Penyuluh Agama Islam yang kita cari harus memiliki pengetahuan agama yang luas, serta mengerti akan kebutuhan spritual masyarakat di wilayah binaannya masing-masing,” terangnya menegaskan.

Adapun tim penguji adalah Abdul Wahid Efendi (Kanwil Kemenag Propinsi Jatim), Sunhaji (Kasubag TU Kemenag Lamongan), dan Abd Ghofur (Kasi Pendma Kemenag Lamongan). (tyo/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler