Connect with us

Pemerintahan

Kepala Kemenag Lamongan Akui Satu Pegawainya Positif Corona, Pelayanan Nikah Dihentikan Total

Diterbitkan

||

Memontum Lamongan – Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19. Saat ini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan menghentikan sementara pelayanan nikah hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil lantaran di Kabupaten Lamongan saat ini peringkat ke Tiga se-Jawa Timur kendati yang terdampak positif sudah mencapai 25 Orang.

“Sebenarnya penghentian pelayanan nikah sudah diberlakukan sejak tanggal 1 April 2020. Namun, bagi yang sudah terlanjur mendaftar sebelum tanggal tersebut tetap dilayani prosesi akad nikahnya, dengan catatan dan syarat khusus,” Ujar Kepala Kemenag Lamongan, Drs. Sholeh, MSi kepada awak media, Senin (13/4/2020).

Kepala Kemenag Lamongan, Drs. Sholeh, MSi

Kepala Kemenag Lamongan, Drs. Sholeh, MSi

Diantara syaratnya, dijelaskan Sholeh, masing-masing mempelai, baik pria maupun wanita tidak diperbolehkan membawa pengantar pengantin lebih dari sepuluh orang.

“Selain itu, proses pernikahan kedua pasangan pengantin juga harus dilakukan di tempat terbuka dan wajib ditaati mereka yang melangsungkan pernikahan,” jelasnya menegaskan.

Tak hanya itu, Sholeh juga sempat mengklarifikasi terkait isu penutupan kantor Kemenag Lamongan akibat pandemi virus corona.

“Sampai saat ini, proses pelayanan di Kemenag masih berjalan normal seperti biasanya, hanya saja jam kerja bagi para pegawai dibatasi,” bebernya.

Ditambahkan Sholeh, saat ini seluruh agenda rapat yang biasanya dilaksanakan dengan cara tatap muka ditiadakan dan digantikan dengan rapat berbasis online.

“Tidak pernah ada penutupan dan Kantor Kemenag Lamongan tetap buka seperti biasanya. Ya memang ada salah satu pegawai kami yang positif terinfeksi COVID-19 tapi yang bersangkutan sudah dirawat di rumah sakit,” akunya.

Lebih jauh disebutkan Sholeh, terkait dampak penutupan pelayanan pendaftaran nikah diperkirakan akan ada puluhan bakal pasangan pengantin yang menunda jadwal pernikahan.

“Data persisnya ada dibagian yang menangani tapi yang jelas kalau bulan ini, diperkirakan ada belasan orang yang bakal melangsungkan pernikahan,” terangnya.

“Seluruh pegawai Kemenag Lamongan dipastikan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat diharuskan menggunakan masker dan selalu menerapkan cuci tangan baik sebelum maupun sesudah menjalankan aktivitas,” tandasnya.

Selain itu, Pungkas Sholeh, saat ini pegawai juga diberikan kelonggaran untuk mengerjakan tugas dari rumah mereka masing-masing.

“Pegawai juga sudah diberikan kelonggaran untuk mengerjakan tugasnya dirumah,” pungkasnya. (Fjr/zen/yan)

 

Terpopuler