Connect with us

Komunikasi Sosial

Harga Kunyit dan Jahe di Lamongan Kian Melejit, Dipicu Permintaan yang Meningkat

Diterbitkan

||

Harga Kunyit dan Jahe di Lamongan Kian Melejit, Dipicu Permintaan yang Meningkat

Memontum Lamongan – Permintaan bahan pokok jenis empon-empon di pasar Lamongan mengalami kenaikan. Meski demikian, tidak ada panic buying atau aksi membeli barang dengan jumlah besar sebagai antisipasi masyarakat ketika wabah atau bencana sedang terjadi, terhadap produk empon-empon ini. Kenaikan harga empon-empon ini diakui salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan.

Ketika ditemui awak media, Ningsih mengaku, harga kunyit dari sebelumnya Rp 10 ribu kini menjadi Rp 12 ribu perkilogram, dan jahe dari Rp 30 ribu menjadi Rp 34 ribu perkilogramnya, sedangkan sereh belum ada kenaikan, yaitu masih diangka Rp 6 ribu per ikatnya. Kenaikan tersebut dipicu karena sebagian stok yang ada diambilkan dari impor.

“Selain itu, kenaikan juga dipicu karena tingginya permintaan dari konsumen sehingga barang dari tengkulak juga naik,” akunya.

Tak hanya dialami Ningsih, ternyata hal yang serupa juga dialami pedagang lainnya yakni Sumani. Ia mengatakan jika daganganya sedang ramai dalam 1 hari bisa menghabiskan 10 kilogram, tapi sekarang ia justru bisa menghabiskan lebih dari itu yakni kisaran 15 sampai 25 kilogramnyadalam sehari.

“Untuk jahe juga demikian. untuk hari-hari biasa saya hanya menghabiskan 15 sampai 20 kilogram perhari. Alhamdulillah, saat ini cenderung lebih banyak antara 30 sampai 40 kilogram perhari. Sedangkan, untuk bahan empon-empon lainnya seperti kencur harganya masih stabil dikisaran Rp 60 ribu perkilogramnya,” ujarnya menandaskan..

Sementara itu, Kepala Disperindag Lamongan M. Zamroni menyatakan bahwa stok empon-empon di Lamongan hingga saat ini juga masih tersedia cukup banyak dan stok masih tercukupi di pasar.

Selain itu, Zamroni juga meminta kepada warga Lamongan tidak meniru apa yang terjadi di daerah lain dengan memburu dan memborong barang-barang.

“Kami juga masih terus memantau perkembangan harga-harga kebutuhan pokok lainya,” pungkasnya menegaskan. (fjr/zen/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler