Connect with us

Pemerintahan

Ribuan Petani Tambak Luruk DPRD dan Pemkab Lamongan, Protes Keras Pengurangan Jatah Pupuk Bersubsidi

Diterbitkan

||

Ribuan Petani Tambak Luruk DPRD dan Pemkab Lamongan, Protes Keras Pengurangan Jatah Pupuk Bersubsidi

Memontum Lamongan – Ribuan petani tambak dari 8 kecamatan di Kabupaten Lamongan menggelar aksi demo turun ke jalan. Kedatangan ribuan petani ini, berawal dari titik tempat berkumpul dimulai dari Gedung Olah Raga (GOR) Lamongan menuju kantor DPRD dan dilanjut ke kantor Pemkab Lamongan.

Mereka memprotes keras tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Daerah yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi itu diantaranya adalah Kecamatan Lamongan kota, Karanggeneng, Karangbinangun, Kalitengah, Glagah, Karangbinangun, Turi dan Deket.

Tak hanya itu, ribuan peserta aksi juga membentangkan beragam poster dan spanduk yang berisikan berbagai tuntutannya. Di antaranya “Negoro Rugi Goro-goro Korupsi Dudu Goro-goro Petani”, “Nek butuh Tok Diopeni Nek Gak Butuh Ditinggal”, “Subsidi Dicabut Petani Tambak Semaput”, “Permentan 1/2020 Mateni Wong Tambakan”,.

Aksi ini buntut tidak adanya alokasi pupuk bersubsidi untuk petani tambak akibat diberlakukannya Permentan No. 1 Tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020.

“Permentan No. 1 Tahun 2020 sangat menyiksa petani tambak. Karena kebijakan itu tidak memperbolehkan para petani tambak untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Sehingga para petani secara tidak langsung dibunuh. Karena tidak bisa memperoleh pupuk untuk kebutuhan pemupukan benih ikan ditambak,” ujar Yusuf Fadli selaku Korlap Aksi dalam orasinya, Kamis (6/2/2020).

Masih dalam orasinya, Yusuf menyayangkan dalam Permentan justru terang-terangan menyebut sub sektor perikanan budidaya atau tambak tidak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Padahal, budidaya ikan air tawar di Lamongan hanya bisa dilakukan bila ada pemupukan yang ideal.

“Semestinya Pemkab Lamongan hingga Pemerintah Pusat, baik pihak Dinas Perikanan maupun Dinas Pertanian sudah sangat mengerti tentang seluruh kebutuhan para patani tambak. Lain lagi kalau budidya ikan itu dilakukan di wilayah pesisir laut seperti di kabupaten Gresik, Tuban, dan daerah-daerah lainnya,” ujarnya menggerutu.

Aksi demonstrasi ribuan para petani tambak sempat memanas saat perwakilan massa meminta bertemu dengan wakil rakyat anggota DPRD Lamongan. Untungnya amarah massa dapat diredam saat Ketua DPRD Lamongan, H Abdul Ghofur bersama sejumlah anggota lainnya mau menemui massa aksi.

Di tengah-tengah kerumunan massa, Ketua DPRD Lamongan mengaku senang dan sangat mendukung aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para petani tambak.

“Intinya kami sangat mendukung aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan petani tambak yang sudah sudah payah memperjuangkan hak-haknya para petani,” ujar H Ghofur sapaan karibnya dihapadan massa aksi.

Uniknya lagi, pasca ikut orasi di hadapan ribuan massa demonstrasi, Ketua DPRD Lamongan, H Abdul Ghofur bersama sejumlah anggota DPRD lainnya mengajak bersama-sama masa aksi jalan kaki menuju kantor Pemkab Lamongan. Dengan mendapat kawalan ketat dari ratusan petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Harun, aksi demonstrasi ribuan petani tambak akhirnya berlangsung di kantor Pemkab Lamongan.

Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM, saat menemui massa mengungkapkan Pemkab Lamongan jauh sebelumnya diantara sudah satu bulan ini melakukan usaha dengan berkirim surat ke Kementerian Pertanian dan juga Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.

“Sejak dikeluarkannya Permentan 1/2020, yang tidak mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk petani budidaya, sejak saat itu pula Kami langsung berkirim surat tepatnya pada tanggal 15 Januari 2020, protes kesana,” ujar Bupati Fadeli saat menerima demonstrasi petani budidaya ikan di halaman kantor Pemkab Lamongan.

Kehadiran Bupati Fadeli dihadapan massa aksi tidak hanya menerima perwakilan pendemo saja, namun juga langsung turun ke jalan menemui para petani.

Disebutkanya, bahwa Pemkab Lamongan memiliki keresahan yang sama dengan petani dan akan terus mendesak pemerintah pusat untuk mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi sama dengan alokasi 2019.

Dikatakan Fadeli, selain sudah berkirim surat, Pemkab Lamongan juga intens, langsung menghadap kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyampaikan keresahan petani budidaya Lamongan.

“Tidak hanya kirim surat, tapi langsung mendatangi KKP dan kementan, agar mengembalikan alokasi puouk bersubsidi seperti tahun 2019. Insya Allah ini sudah diproses dan akan terealisasi,” katanya menegaskan di tengah-tengah ribuan massa pendemo.

“Dengan kehadiran Saudara-saudara hari ini, menjadi dorongan bagi kami untuk menunjukkan pada pemerintah pusat, masyarakat ini memang benar benar membutuhkan. Sehingga ada percepatan realisasi jangka pendek dari pemerintah pusat,” ujarnya menambahkan.

Selain itu Pemkab Lamongan juga kembali berkirim surat dalam perihal yang sama kepada Presiden RI ditembuskan kepada KKP, Kementan dan Komisi IV DPR RI serta Gubernur Jawa Timur.

Sebelumnya, Polres Lamongan menggelar apel lebih awal sekitar pukul 06.30 Wib. Hal ini dikarenakan karena rombongan petani tambak akan turun aksi menuntut pupuk bersubsidi dan menolak permen nomor 01 tahun 2020 yang berlokasi di Pemkab Lamongan dan Kantor DPRD Kabupaten Lamongan.

Bertempat di halaman Polres Lamongan, Kapolres Lamongan AKBP HARUN, S.I.K., S.H. memimpin langsung apel pengamanan persiapan aksi unjuk rasa oleh petani tambak yang titik kumpul dipusatkan di Sport Center Lamongan atau GOR.

Beberapa penekanan Kapolres Lamongan pada saat menggelar apel pengamanan adalah agar dalam melakukan pengamanan aksi unras, tidak ada anggota yang membawa senpi, mempersiapkan segala peralatan dalam pengamanan aksi unras, sehingga pada saat aksi unras berlangsung, agar kegiatan masyarakat umum dapat tetap berlangsung dengan aman dan tertib.

“Jangan sampai terpancing emosi ataupun terprovokasi, tetap santun dan humanis pada saat pengamanan aksi unras,” ujarnya menegaskan.

Lebih jauh AKBP Harun juga berpesan kepada anggotanya untuk Jaga diri sebaik mungkin dan memonitor sekitar lingkungan pada saat aksi unjuk rasa.

“Anggota Kepolisian bertugas sesusai tugas pokoknya yaitu melakukan pengamanan,” pungkasnya memberikan pesan dihadapan seluruh anggotanya. (Aju/zen/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler