Connect with us

Pemerintahan

Buntut Meninggalnya Meilani Penderita Gizi Buruk, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Geram, Segera Panggil Dinas Terkait

Diterbitkan

||

Buntut Meninggalnya Meilani Penderita Gizi Buruk, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Geram, Segera Panggil Dinas Terkait

Memontum Lamongan – Buntut meninggalnya Balita penderita gizi buruk, asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan bernama Meilani Alfira Damayanti (2,8) yang sempat dirujuk RSUD Dr. Soegiri Lamongan ke Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, pada Sabtu (18/1/2020) lalu menjadi tragedi jelek didunia kesehatan, sekaligus jadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.

Kendati sebelumnya, berbagai penghargaan dibidang kesehatan sudah direbut oleh Pemkab Lamongan, diantaranya penghargaan Kabupaten/Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan di bulan November 2019. Selanjutnya pernah menjadi rujukan 34 Provinsi dalam penanganan Stunting.

Hal itu menjadi perhatian serius Ketua komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, Abdul Shomad. Ia mengaku sangat menyesalkan di Lamongan masih terdapat adanya anak penderita gizi buruk hingga mengakibatkan korban jiwa, seperti yang dialami oleh Meilani Afira Damayanti.

”Ini kok sampai terjadi, padahal Pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan gizi buruk, ini justru sangat memprihatinkan sekali,” Ujar politisi asal PDIP tersebut kesal, Selasa (21/1/2020).

Tak hanya itu, ditegaskan Abdul Shomad, Permasalahan gizi buruk hingga mengakibatkan meninggal dunia, justru bisa mencoreng nama baik kualitas kinerja Pemkab Lamongan khususnya Dinas dan Rumah Sakit terkait.

Abdul Shomad menyatakan secepatnya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi.

”Atas kejadian ini, kami akan segera mengagendakan, dan memanggil untuk meminta penjelasan dari Dinas Kesehatan Lamongan dan RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Insyaallah sudah kami jadwalkan dalam 3 hari kedepan,” Katanya menegaskan.

Diberitakan sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan juga menemukan sebanyak 230 anak penderita gizi buruk yang tersebar di 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 27 Kecamatan.

“Menurut laporan data dari seluruh Puskesmas di Lamongan hingga tanggal 15 Januari 2020, ditemukan puskesmas Kecamatan Sugio paling banyak, dengan jumlah balita gizi buruk 20 anak,” Beber dr. Taufiq Hidayat Kepala Dinkes Lamongan, Kamis (16/1/2020).

Tak hanya itu, dibeberkan Dr. Taufiq, selain Puskesmas Sugio, Puskesmas Sukodadi terdapat 19 balita, sedangkan Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat sebanyak 17 balita yang mengalami gizi buruk.

Sebelumnya, Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM meminta kepada pihak Rumah sakit dan para dokter agar melakukan penanganan lebih intensif, begitu juga dengan masalah pembiayaan.

“Seandainya ada dan ditemukan pasien lepas dari BPJS, tetap semua harus digratiskan dan dikhususkan, jadi tidak sekadar gratis, tapi ada penanganan khusus dan intensif,” Tegas Fadeli.

BACA : Meilani Alfira (2,8) Penderita Gizi Buruk di Lamongan Dikabarkan Meninggal Dunia

Selain itu, Fadeli juga mengimbau kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas jangan sampai tidak tercatat atau kelewatan.

“Jka ada dan ditemukam penderita gizi buruk harus segera mempercepat penanganannya. Apalagi dengan sejumlah 230 anak penderita gizi buruk,” Tandasnya. (aju/zen/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler